Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Cerita Pagi’ Category

Cerita (khusus Muslim) yang sangat bagus untuk
pembelajaran….!!

“Perumpamaan dari Ibu Guru”
Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di
depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam.

Di tangan kirinya ada kapur, ditangan kanannya ada penghapus.

Ibu Guru berkata,
“Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti.

Ibu Guru mengangkat silih berganti antara
tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat. Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan.

Jika saya angkat kapur, maka
berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”.

Dan permainan diulang
kembali. Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya.

Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Sang guru tersenyum
kepada murid-muridnya.
“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh-musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat
mengikutinya.
Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”

“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.

Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru”

“Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet.

Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.
Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?”

Murid-muridnya berpikir.
Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain,tetapi tak ada yang berhasil.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar,
digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya
dengan buku filsafat materialisme.

Ia memenuhi syarat,
tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-
musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah.
Orang biasa pun tak akan
rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pondasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau pondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah
dihancurkan…”
“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian.
Mereka tidak akan menghantam terang-terangan,
tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka.

Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib,
Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi.
Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak.

Selesailah pelajaran
kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum
pulang…”
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

Advertisements

Read Full Post »

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”

Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!” “Kamu tau aku buta!!” “Kamu egois!” “Nggak tau malu!”

Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”.

Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”
Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, “Jawaban ini benar.”

Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.

Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal. Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup. Dia menulis di buku harian itu, “Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”

Cerita itu selesai. Dan seluruh kelas pun terdiam.

Guru itu tahu bahwa murid-murid sekarang
mengerti moral dari cerita tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita sering pikirkan. Ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya di luar dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan karena mereka bersalah, tapi karena mereka menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.
Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena mereka tidak punya kesibukan, tapi karena kamu ada di dalam hatinya…”

Read Full Post »

KEMBALIKAN ANAK LELAKIKU
.

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”
Suamiku menjawab:“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.”

Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.
Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku:
“Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”

Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus itu.”

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima.

Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam
telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu:
“Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!” Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. “Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”

Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu. Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu.

Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.

Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi. Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini.

Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku
menyimpannya. Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”

Allahumma Shalii ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam. Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, “Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?”

Aku memandang suamiku yang terpaku.

Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu? Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia
mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.
Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta.

Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan. Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya.

Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”
Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan. Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu

Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu.
Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.
Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu.

Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu! Amin, Alhamdulillah.

👆Itu Sepenggal Kisah Nyata Kehidupan Bunda Neno Warisman utk para Ayah Indonesia dalam buku “Izinkan Aku Bertutur”

Read Full Post »

By : Ahmad Rifa’I Rif’an

Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan menjadi pahlawan. –Al-Mutanabbi, Penyair Arab–

Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka. -Eleanor Roosevelt-

95% orang bisa sukses dalam kehidupannya karena impian. -Louis Tendean-

Saya memimpikan suatu mimpi yang tampak mustahil, mimpi itu terwujud. -Junichiro Koizumi, mantan Perdana Menteri Jepang-

Jika Anda tidak berusaha melakukan sesuatu melampaui apa yang sudah Anda kuasai, Anda tidak akan berkembang. -Ronald E. Osborn-

Jangan pernah mengerdilkan kuasa Tuhan dengan impian-impian kerdil kita. Kalau Tuhan kita Mahahebat, kenapa kita minta yang remeh-remeh? -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Aku tak mau mimpi yang tanggung-tanggung, karena ku yakin, kuasa Tuhanku tak tanggung-
tanggung. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Putuskan sebuah tujuan utama dalam hidup Anda, lalu jalankan kehidupan Anda sedemikian rupa sehingga segala hal/aktivitas hidup yang Anda lakukan mendukung tujuan tersebut. -Brian Tracy-

Silahkan menganggap ini suatu kekonyolan, atau sekadar mimpi. Tak masalah bagiku. Toh semuanya dulu pun hanya sekadar mimpi di atas kertas, yang kini menjadi jejak-jejakku yang dulu juga ditertawakan. -Danang Ambar P-

Pekerjaan kita yang terbesar bukanlah melihat apa yang tampak secara redup-redup dari kejauhan, melainkan melakukan apa yang tampak jelas di depan mata kita. -Thomas Carlyle-

Fokuslah pada impian. Abaikan perkataan orang-orang yang berkata negatif tentang Anda. Apa pun perkataan dan tindakan orang, mereka tidak akan berpengaruh jika Anda membuatnya seperti itu. Masa depan Anda di tangan Anda, dan bukan di tangan mereka. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Dua puluh tahun mendatang, Anda akan lebih merasa kecewa pada hal-hal yang tidak Anda lakukan daripada hal-hal yang telah Anda lakukan.
Jadi putuskanlah kapal Anda. Berlayarlah menjauh dari pelabuhan yang aman. Tangkaplah angin dengan layarmu. Jelajahilah. Bermimpilah dan temukanlah. -Mark Twain.

Mungkin kita merasa hanya menikmati iramanya tanpa memperhatikan syairnya. Tetapi tanpa kita sadari, ternyata kata yang berulang-ulang kita dengar itu masuk ke dalam alam bawah sadar. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Jangan enggan mengapresiasi kerja keras manusia. Karena apresiasi sering kali memancing potensi dan mengundang prestasi. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Jangan hanya terjebak pada keindahan simbolisme dan formalitas yang menjadikan kita kurang mampu memahami substansi dan esensi sebuah penghormatan. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. -George Downing-
Cara berbahagia: kurangi kebergantungan Anda pada sesuatu, dan ukur keinginan Anda dengan kemampuan Anda. -Prof. Dr. Quraisy Shihab-

Kita tak akan pernah bisa memuaskan semua orang dengan tindakan kita. Pasti akan ada orang yang kontra dengan setiap keputusan yang akan kita ambil. Bila kita tetap memaksakan ingin memuaskan semua orang, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Apa pun yang diberikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita, bukan menurut ukuran kita, tapi menurut ukuran اَللّهُ. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Berletih-letihlah. Jangan pernah berhenti bekerja. Dunia memang tempatnya susah. Tempatnya letih. Tempat untuk berjuang dan berkorban demi panen raya yang kita nikmati kelak di surga. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Tak ada kebahagiaan sejati di dunia ini. Kebahagiaan sejati adalah tatkala kita telah menginjakkan kaki kita da pelataran surga. -Imam Ahmad bin Hanbal-

Ketika saya mendengar seseorang mengeluh bahwa kehidupan itu berat, saya selalu tergoda
untuk bertanya, “Dibandingkan dengan apa?” -Sydney J. Harris-

Orang yang rendah derajatnya merasa senang sekali bila dapat menemukan kesalahan dan ketololan orang besar. -Schopenhauer-

Waktu yang tak terisi dengan kabaikan, sangat rawan terisi oleh keburukan. Waktu yang tidak disibukkan dengan hal produktif, sangat rawan terisi oleh hal-hal destruktif. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Tuhan punya banyak cara untuk menegur hamba-Nya. Lewat beragan musibah. Lewat jutaan sebab. Masalah itu hadir untuk mengingatkan kita agar kembali ke jalan yang mendekatkan kepada kebaikan. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Dunia adalah sebuah kampus besar kehidupan. Mahasiswanya adalah manusia. Kampusnya adalah dunia. Kurikulumnya alur kehidupan. Diktatnya firman Tuhan. Ujiannya adalah masalah demi masalah yang diberikan oleh Tuhan kepada hamba-hamba-Nya. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Hanya seperempat penderitaan dalam kehidupan manusia disebabkan oleh unsur-unsur luar yang tak bisa dikendalikan, sisanya disebabkan oleh
kesalahan analisis kita dan ketidaktenangan kita dalam mengatasinya. -George Holbrook Jackson-

Pilihlah pekerjaan yang memberimu kebahagiaan, pelajaran hidup, dan manfaat bagi semua. Jangan pilih yang hanya memberimu uang. Pekerjaan yang kau bahagia saat mengrjakannya, itulah yang kelak akan membesarkanmu. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi, orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar. -Sayyid Qutb-

Mandirilah semuda mungkin. Jangan terlalu menjadi beban bagi manusia lain. Harga diri manusia, sering kali melekat pada tingkat kebergantungannya pada manusia lain. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Pelayanan yang tulus kepada orang lain tak pernah memberi dampak kecuali kebaikan. Boleh jadi balasan yang hadir tak tersampaikan seketika. Tetapi yakinlah, Tuhan selalu menyaksikan segala perilaku manusia. -Ahmad Rifa’I Rif’an-
Jika tak bisa memberi manfaat, jangan membahayakan. Jika tak bisa membahagiakan, jangan membuat sedih. Jika tak bisa memuji, jangan mencaci. -Yahya bin Muadz-

Dunia adalah ajang kompetisi merebut derajat tinggi di hadapan Tuhan. Salah satu cara untuk meraihnya yakni dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia lain. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Apakah selama ini kehadiran kita memberi manfaat bagi sekitar atau malah menjadi musibah? Adanya kita dalam komunitas apakah diharapkan, atau malah dirisaukan? Mari mawas diri, jangan-jangan ketiadaan kita lebih diharapkan ketimbang adanya kita. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Sekarang aku pun tak tahu apakah ada orang yang tidur dan makan seenak aku? Aku telah menemukan kebahagiaan dengan membuat orang lain bahagia.

Derajat manusia ditentukan oleh kadar takwa yang ada di dalam dada setiap manusia. Dan yang berhak menilai kadar takwa bukanlah manusia, karena penilaian manusia terbatas pada apa yang dilihat oleh indranya. Tugassetiap manusia adalah
memuliakan manusia lainnya. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Banyak manusia yang hanya mengandalkan usahanya semata serta mengabaikan peran Zat Agung yang punya kekuasaan mutlak terhadap nasib dan takdirnya. Tahulah kita bahwa Zat Agung itu adalah Tuhan. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Terima apa pun pemberian اَللّهُ dengan penyikapan yang bijak. Ketika اَللّهُ mengaruniakan kemudahan, mari kita menyikapinya dengan syukur. Di saat اَللّهُ memberikan kesulitan kepada kita, mari menyikapinya dengan sabar. Tidak ada satu pun pemberian اَللّهُ yand sia-sia. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

There is no impossible, because impossible is nothing.

Sunnatullah dan Inayatullah. Dua konsep ini kalau kita pegang dan jalankan, hati dan pikiran kita akan terbuka kesempatan dan kebahagiaan. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan mencoba lagi melakukan dalam cara yang berbeda. -Dale Carnegie-
Kelemahan dan kekurangan yang kita miliki biarlah menjadi sisi manusiawi, agar kita tidak sombong, dan agar kita selalu ingat, bahwa di balik semua apa yang kita miliki, ada kelemahan manusiawi pada diri kita yang menjadi penyeimbang. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Dengan mengetahui kemampuan diri, kita pun bisa lebih percaya diri bahwa diri kita adalah karya agung Zat yang Maha-agung. Kita adalah manusia spesial. Tidak ada satu pun manusia lain di muka bumi ini yang memiliki sama persis dengan kehidupan kita. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Musibah adalah cara Tuhan menyaring manusia dari loyangnya hingga yang lolos hanyalah emas-emas yang punya nilai tinggi di hadapan Rabb-nya. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Jadikan musibah sebagai momentum untuk mawas diri. Jangan-jangan ada kesalahan yang tidak kita sadari. Mungkin ada kezaliman yang telah kita lakukan, tapi kita belum minta maaf. Mungkin ada kekhilafan yang kita lupakan. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Succesful men keep moving. They make mistakes,
but they don’t quit. -Conrad Hilton-

Carilah celah kreativitas dari segala masalah yang kita hadapi dalam hidup. Dalam setiap permasalahan, selalu tersimpan peluang untuk memancing potensi yang tersimpan dalam diri setiap manusia. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Mereka yang kalah bisa jadi diuntungkan oleh kekalahannya. Karena dia bisa bersedia melihat kelemahan-kelemahan diri yang dulu belum disadarinya. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Kehilangan harta, rumah, orang yang dicinta, memang berat. Tetapi semua itu tak pernah benar-benar membahayakan kita, asal kita tak kehilangan cinta kepada اَللّهُ. -Ahmad Rifa’I Rif’an-

Hadiah berharga untuk orang mukmin ialaha kematian. -HR. Ibnu Abiddunya, Thabrani, dan Hakim-

Read Full Post »

By: Sulaiman Budiman

Kata-kata tidak berarti apa-apa, jika tidak dibarengi dengan tindakan nya. -Sulaiman Budiman-

Mereka yang menunggu hanya akan mendapatkan sisa dari mereka yang bertindak. -Abraham Lincoln-

Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannya. -Walt Disney-

Manusia menjadi bijak bukan karena ingatan akan masa lalu, tetapi karena tanggung jawabnya untuk masa depan. -George Bernard Shaw-

Jika Anda berada bersama orang yang tepat, segalanya akan menjadi mudah. -Peter Spann-

Tidak ada kesuksesan yang bisa diperoleh di dunia ini tanpa pengorbanan. -Napoleon Hill-

Antusiasme adalah salah satu mesin terkuat kesuksesan. -Jack Canfield-

Jangan lupa, masa depan akan sama dengan masa lalu, kecuali Anda mengambil tindakan
untuk mengubahnya. -Doug Hooper-

Anda tidak akan pernah bisa mengalahkan orang yang tidak pernah mau menyerah. -Babe Ruth-

Memang mudah untuk mati, berusaha untuk tetap hiduplah yang sulit. -Hayes Jones-

Saya berulang kali mengalami kegagalan dalam kehidupan, tetapi itulah yang membuat saya berhasil. -Michael Jordan-

Peluang selalu berada di sekitar kita, menunggu untuk ditemukan. -R Ian Seymour-

Jangan katakan apa yang dapat Anda lakukan, tetapi tunjukkan apa yang telah Anda lakukan. -Justin Herald-

Temukan hal-hal yamg paling membuat Anda bahagia, dan ke sanalah Anda harus melangkah. -Jack Canfield-

Hiduplah sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan merasa malu ketika orang lain membicarakan keluarga Anda. -Will Roger-

Mengapa tidak mengambil risiko? Di dalam risiko
itulah Anda akan menemukan buahnya. -Richard Denny-

Berhentilah mencemaskan pendapat orang lain tentang diri Anda dan ikuti kata hati Anda. -Jack Canfield-

Anda tidak bisa jadi seorang pemenang tanpa membuang sikap mental pecundang. -Sulaiman Budiman-

Banyak orang gagal bukan karena mereka tidak mampu,melainkan karena mereka tidak memiliki komitmen. -Zig Ziglar-

Ketika keteladanan sudah dijalankan, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan pelaksanaan aturan tersebut. -Zig Ziglar-

Jika Anda ingin terus merasa kurang, tengoklah ke atas; jika Anda ingin merasa lebih, tengoklah ke bawah. -Sulaiman Budiman-

Ajaklah otak Anda untuk menjangkau masa depan. -Richard Denny-

Anda perlu menghindari orang-orang yang negatif dan para pecundang yang kata-katanya beracun. –
Sulaiman Budiman-

Kerja adalah cinta yang mengejewantah. -Khalil Gibran-

Orang yang sering mengeluh adalah orang yang paling banyak dikeluhkan. -Matthew Henry-

Orang yang dapat menasehati orang lain adalah orang yang hebat, tetapi orang yang dapat menasehati dirinya sendiri adalah orang yang bijaksana. -Confusius-

Manusia melihat dunia tidak sebagaimana adanya dunia, tetapi sebagaimana adanya mereka. -Stephen R Covey-

Ketika kita memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, keinginan itu akan menyingkirkan pikiran-pikiran lain yang ada di benak kita. -Sulaiman Budiman-

Kita tidak pernah mengerti tentang kasih sayang orang tua hingga kita menjadi orangtua. -Henry Ward Beecher-

Cinta kasih itu biasa, tetapi mengasihi orangtua adalah cinta kasih yang terbesar. -Confucius-
Tidak boleh ada kata menyerah yang keluar dari mulut kita. -Yohanes Surya, Ph.D-

Tanamkan harapan dalam hati sebagai benih kekuatan untuk berubah. -Dr. Jimmy B Oentoro-

Tak ada manusia yang terlahir sempurna. -D’Masiv-

Tidak ada orang yang peduli dengan kehidupan kita di dunia ini selain diri kita sendiri. -Sulaiman Budiman-

Ketika menengok ke belakang, saya sungguh merasa bodoh karena telah menyia-siakan masa muda saya yang berharga hanya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi pada saat ini. -Sulaiman Budiman-

Kebencian adalah harimau yang menggeram di dalam jiwa. Kebencian merampas energi kita dan secara perlahan membelah jiwa kita. -Lewis B Smedes-

Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depanmu. -Jack M Zufelt-
Kesuksesan selalu tersedia dan sedang menanti siapa saja yang sungguh-sungguh menginginlan dan memperjuangkan. -Andrie Wongso-

Waktu berlalu begitu cepat, seperti jam pasir yang setiap saat terus berkurang. -Sulaiman Budiman-

Mencari-cari kesalahan orang lain tidaklah penting, yang penting adalah bagaimana Anda mau memperbaiki diri setiap hari. -Sulaiman Budiman-

Jangan terlalu sibuk menghasilkan uang, sehingga Anda lupa membangun kehidupan. -Richard Denny-

Read Full Post »

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

Tetap semangat….

Tetap sabar….

Tetap tersenyum…..

Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN 

TUHAN menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…… 
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.

MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

Disadur dari Buku Sepatu Dahlan Iskan. “SEMOGA BERMANFAAT”……..:)

Read Full Post »

Menyerah berarti menunda masa senang pd masa datang.

Masa depan adlh milik mereka yg percaya pd indahnya mimpi2 mereka. -Eleanor Roosevelt

Jika anda dpt memimpikannya, anda dpt melakukannya. -Peter F. Drucker

Cara terbaik meramalkan masa depan anda adlh dg menciptakan masa depan itu sendiri. -E. Nightingale

Setiap kali اَللّهُ menurunkan penyakit, pasti اَللّهُ menurunkan (pula) obatnya. -Muhammad SAW

Jika anda menginginkan sesuatu yg blm anda miliki, anda harus bersedia melakukan sesuatu yg blm pernah anda lakukan. -Thomas Jefferson

Orang yg memiliki alasan utk hidup boleh dikatakan dpt selalu tegar. -Friedrich Nietzsche

Orang yg biasa melihat dlm terang cahaya bakal kesulitan bila harus melihat dlm kegelapan.

Tetapkanlah sesuatu yg dpt dan akan dilakukan maka kita akan menemukan cara utk
melakukannya. -Abraham Lincoln

Keberhasilan bukanlah hasil pembakaran spontan. Kita harus membakar diri sendiri. -Arnold H. Glasow

Aku hanya org biasa, tetapi aku bekerja lebih keras daripada org biasa. -Theodore Roosevelt

Bukanlah kesabaran jika berbatas.
Bukanlah keyakinan jika masih ada kebimbangan.
Sekali lagi kenapa kau ragu terhadap perjuangan ini?
Bukanlah ALLAH sudah berjanji.
Dia akan menguatkan kamu jika kamu bersabar.
Bersabarlah dlm proses kehidupan.
Ingatkah kau akan kupu-kupu yang indah.
Bukankah dia lama dalam fase kepompong.
Ingatkah kau akan siti hajar.
Ketegaran dia hidup sendirian di padang gersang.
Katanya kau ingin sekuat siti hajar?
Bukankah kau telah berucap.
Akan setia dijalan ini.
Mengikatkan janji perjuangan.
Kenapa sekarang berputus asa?
Padahal, tinggal beberapa tangga lagi yang akan kau akhiri.
Ingatkah kau?
Majuuu.. Majuu.. Majuuu.
Bahwa intan itu tercipta dengan tekanan dan suhu yang tinggi.
Katanya ingin segemilang intan.
Jangan mauu menyerah oleh keadaan.
Atau kau akan terlindas oleh zaman.

Sikujua baladang kapeh, kambanglah bungo karawitan. Kok mujua mande malapeh bak ayam pulang kapautan.
Setiap org pergi merantau mengharapkan kehidupan yg baik dan pendapatan yg akan di bawa ke kampung halaman

Orang sering merengek, ‘aku blm sukses krn blm memiliki kesempatan.’ Kita harus menciptakan peluang sendiri. -Chuck Norris

Read Full Post »

Older Posts »

Dedie S. Aroza

Khairunnas anfauhum linnas

ratihvuzyhati

Just another WordPress.com site

Fachriars's Site

Depkominfo Kemakom IlkomUPI Bandung Majalengka

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.